Potensi Ekonomi Kediri Melimpah guna Untungkan Rakyat

Jika bertanya terkait kota yang memiliki berbagai komoditas unggulan, maka Kediri adalah jawabannya. Pasalnya, sejak dahulu, potensi ekonomi Kediri melimpah jika dibandingkan daerah-daerah lain. Rasanya, hal ini berbanding terbalik dengan luas wilayah kabupaten ini, yakni hanya sekitar 5 persen dari total wilayah Provinsi Jawa Timur.

Potensi Ekonomi Kediri Melimpah untuk Dioptimalkan Pemerintah

Secara geografis, Kediri terletak di antara Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Sedangkan, secara administratif, Kabupaten Kediri berbatasan dengan Blitar dan Tulungagung di sebelah Selatan, Jombang di utara, Ponorogo dan Madiun di barat, dan Malang di sebelah timur. Sampai saat ini, Kediri membawahi 26 kecamatan dan 343 desa.

1. Potensi Pariwisata

wisata kediri gunung wilis

Meski Kabupaten Kediri tidak memiliki pantai, tetapi Kediri mampu mengembangkan potensi pariwisata secara optimal. Contoh sektor pariwisata meliputi aliran Sungai Brantas, Pegunungan Wilis, Goa Selomangleng, dan lain-lain. Kuncinya adalah pembangunan akses dan fasilitas-fasilitas tambahan untuk menarik perhatian masyarakat lokal atau luar kabupaten.

Selain itu, pemerintah juga kerap membangun kios makanan dan souvenir, area perkemahan, area pendidikan dan penelitian, area olahraga, dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, langkah ini juga terbukti efektif untuk meningkatkan potensi perekonomian masyarakat. Misalnya kawasan Gunung Kelud yang dinobatkan sebagai wisata alam terbaik di Jawa Timur.

2. Potensi Perikanan

potensi ekonomi perikanan kediri
Sumber: Shutterstock

Tahukah Anda setidaknya terdapat 124 desa di Kabupaten Kediri yang mengembangkan potensi perikanan sampai saat ini? Tentunya, hal ini menyebabkan potensi ekonomi Kediri melimpah, mulai dari pembenihan ikan, budidaya ikan hias dan konsumsi, sampai penangkapan di perairan. Nyatanya, aktivitas-aktivitas tersebut memberi keuntungan yang menjanjikan.

Sebagai contoh, sentra pembenihan dan budidaya lele ditemukan di Kecamatan Gampengrejo, Kecamatan Pare, Kecamatan Badas, dan lain-lain. Selain itu, sentra budidaya koi juga ditemukan di banyak kecamatan, seperti Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Ringinrejo, Kecamatan Plosoklaten. Jadi, selain Blitar sebagai sentra koi, ternyata Kediri juga mempunyai potensi yang sama.

3. Potensi Pertanian

potensi ekonomi pertanian kediri

Ternyata, Kediri juga dikenal sebagai salah satu lumbung padi yang menjanjikan di Jawa Timur. Dengan demikian, Kediri mempunyai berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, dan lain-lain. Selain itu, komoditas buah dan sayur juga terus berkembang. Misalnya cabe, tomat, kacang panjang, semangka, nanas, sawo, dan masih banyak lagi.

Jika penasaran, Anda dapat menemukan sentra padi di Kecamatan Pare, Kecamatan Purwasari, Kecamatan Kepung, dan lain-lain; sentra jagung di Kecamatan Pagu dan Kecamatan Pare; sentra ubi jalar dan ubi kayu di Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo; dan sentra kacang tanah di Kecamatan Kras dan Kecamatan Banyakan.

4. Potensi Perkebunan

potensi ekonomi perkebunan kediri tebu

Tidak kalah dari pertanian, potensi perkebunan juga terus berkembang. Hal ini juga membuat potensi ekonomi kediri melimpah. Misalnya tanaman tebu di Kecamatan Wates, kelapa di Kecamatan Grogol, randu di Kecamatan Kandangan, tembakau di Kecamatan Papar dan Kecamatan Purwoasri, jambu mete di Kecamatan Plosoklaten, kopi di Kecamatan Kepung, dan masih banyak lagi.

Selain itu, berbagai komoditas lain juga dikembangkan melalui perkebunan rakyat yang tersebar di Kabupaten Kediri, seperti perkebunan kakao, perkebunan kenanga, perkebunan kopi robusta, perkebunan lada, dan lain-lain. Dengan demikian, Kediri memiliki potensi perekonomian yang menjanjikan.

Jadi, dengan wilayah yang tidak terlalu luas, pemerintah tetap mampu mengoptimalkan perekonomian masyarakat, baik melalui potensi pariwisata, potensi perikanan, potensi pertanian, atau potensi perkebunan. Artinya, kabupaten ini mampu menghasilkan banyak peluang akibat potensi ekonomi Kediri melimpah.